El Clasico: Jam Terbang Pemain Muda Barcelona Lebih Tinggi
Thiago Alcantara/adoncapruk Images
Membahas kiprah pemain muda di Real Madrid dan Barcelona selalu menarik. Keduanya dikenal sebagai lumbung pemain muda di Spanyol. Akan tetapi, ada ketimpangan nasib yang berbeda di antara canteranos, sebutan pemain didikan akademi, di kedua kubu.
Pemain didikan Akademi Madrid sering menjadi tamu di rumahnya sendiri. Potensi dan bakat yang dimiliki tidak cukup mengantarkan mereka ke tim utama. Los Blancos cenderung menggunakan pemain dari luar. Efeknya, banyak pemain bertalenta yang tersingkir. Kebanyakan dari mereka justru bersinar di luar klub yang membinanya.
Beda halnya dengan Barcelona. Kebijakan mengedepankan pemain jebolan La Masia membuka peluang bagi pemain muda unjuk gigi. Efeknya, banyak di antara mereka yang menjadi tulang punggung di tim utama. Belum habis era Xavi Hernandez, Lionel Messi, atau Sergio Busquets. Kini, sudah bermunculan pemain muda yang siap melanjutkan tongkat estafet.
Untuk saat ini, memang sulit bagi pemain muda Madrid untuk menembus tim utama. Mourinho masih mengandalkan mereka sebagai pelapis. Akan tetapi, bukan mustahil mereka akan menjadi tulang punggung pada masa mendatang.
“Saya percaya kepada pemain cantera untuk masa depan, bukan untuk sekarang. Mereka punya potensi, tapi harus benar-benar disiapkan. Kamu akan memainkan mereka ketika tidak memiliki pilihan lain,” bilang Mourinho.
Di kubu Barcelona, status pemain cantera tidak berbeda jauh dengan Madrid. Kecuali Thiago Alcantara yang musim ini mendapat tempat di tim utama, nama lain seperti Isaac Cuenca atau Andre Fontas, banyak berperan sebagai pelapis. Itu bukan lantaran kualitas mereka buruk. Melainkan karena persaingan yang ketat untuk menembus tim inti Barcelona.
Higuain dan Benzema/ Adoncapruk Images
El Clasico: Madrid Hanya Andalkan Satu Striker
Kubu Real Madrid sudah mempersiapkan strategi jitu demi meredam Barcelona di Santiago Bernabeu, Sabtu (10/12). Pada laga bertajuk El Clascio ini, Los Merengues dipastikan bakal menerapkan formasi andalan, 4-3-3.
Meskipun dua ujung tombak utama, Gonzalo Higuain dan Karim Benzema tengah berada dalam bentuk permainan terbaik, Pelatih Jose Mourinho dipastikan hanya akan memainkan salah satunya. Namun, Mou dan staf pelatihnya belum bisa memastikan siapa yang akan di kedepankan, apakah Higuain atau Benzema.
"Kami akan memainkan 4-3-3, dengan Angel Di Maria, Cristiano Ronaldo, dan Higuain atau Karim," jelas asisten pelatih Madrid, Aitor Karanka. "Dan kemudian ada opsi-opsi berikutnya (Mesut) Ozil atau Kaka, Xabi (Alonso), Lass (Diarra) atau (Sami) Khedira."
Madrid masuk ke Clasico dengan keunggulan tiga poin dari sang rival,s erta masih mempunya tabungan satu laga lebih banyak. Hasil imbang tidak akan menjadi hasil bencana bagi tuan rumah, Namun, Karanka menegaskan Madrid akan bertanding untuk mengejar kemenangan.
"Kami tidak mencari hasil imbang. Kami selalu ingin memenangi semua pertandingan. Bukti terbaik datang (melawan Ajax) pada Rabu di Liga Champions, ketika kami pergi untuk kemenangan meskipun sudah lolos sebagai juara grup," tegas dia.
Musim lalu, Madrid unggul atas Barcelona di ajang Copa Del Rey. Namun Los Blancos harus dua kali dipecundangi sang rival di ajang Liga Champions dan Liga BBVA. Termasuk pada laga Piala Super Spanyol awal musim. Namun, Karanka menegaskan Madrid sekarangs duah lebih baik dibanding musim-musim sebelumnya.
"Tim ini lebih baik karena kita sudah bekerja sama untuk beberapa waktu. Kami berada dalam kondisi baik dan kami akan mendekati permainan seperti yang kita lakukan atas lawan-lawan kami. Semua pertandingan penting. Menang besok dan di Camp Nou tidak berarti apa-apa jika kita kehilangan poin di pertandingan lain," tandas dia.
by duniasoccer.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar