El Clasico: Tetap Solid Tanpa Duo "P"
Puyol dan Pique/dok. ADONCAPRUK
Jika Madrid punya lini depan yang paling tajam saat ini, Barcelona justru punya barisan pertahanan yang supersolid. Hingga 14 pertandingan yang sudah dilalui, Barcelona baru tujuh kali dijebol lawan. Uniknya, musim ini lini belakang Barcelona justru tidak banyak dikawal duo Puyol-Pique seperti musim lalu. Keduanya kerap cedera silih berganti hingga jarang bisa bermain dalam waktu bersamaan.
Selain itu, musim ini Guardiola malah beberapa kali memasang formasi tiga bek di lini belakang. Sejauh ini hasilnya cukup sukses. Formasi tiga bek pernah dipakai ketika mengalahkan AC Milan di Liga Champions. Namun, untuk laga El Clasico , Guardiola tidak bisa menjanjikan kalau skuadnya akan tampil dengan formasi tiga bek.
“Bermain dengan tiga bek di Santiago Bernabeu berisiko tinggi. Formasi ini bisa berjalan baik jika dilakukan oleh pemain-pemain yang sudah sangat paham dan cerdas. Saya masih butuh melihat lebih banyak susunan tim utama Madrid. Saya sudah melihat ketika mereka bermain tanpa Xabi. Dari sana kami akan memutuskan akan bermain seperti apa,” ucap Guardiola.
Di sisi lain, para pemain justru yakin jika pertahanan Barcelona akan tetap kokoh meski bermain dengan tiga bek. Hal ini diungkapkan langsung oleh kiper Victor Valdes.”Jika bermain dengan empat bek kami akan lebih kuat, ketika menggunakan tiga bek memang harus punya kewaspadaan lebih tinggi. Tapi kami bisa bermain sama baik dengan dua sistem tersebut,” jelas Valdes.
Sebagai bentuk keseriusan Barcelona menghadapi laga El Clasico , hanya ada enam pemain tim utama yang disiapkan untuk laga Liga Champions matchday 6 melawan BATE Borisov (6/12). Antara lain Pinto, Piqué, Fontàs, Maxwell, Thiago, Pedro, dan Cuenca. Sisanya diistirahatkan agar kebugaran mereka bisa maksimal saat bermain di Santiago Bernabeu akhir pekan ini.
Well , duel El Clasico kali ini akan menjadi bukti ketangguhan dua lini yang berbeda. Madrid akan berupaya menjaga status mereka sebagai tim paling tajam. Sementara Barcelona bakal membuktikan ketangguhan lini belakang yang sangat solid musim iNI.
El Clasico: Madrid Lebih Bugar
Carvalho dan Kaka/adoncapruk Images
Dibanding Real Madrid, dalam segi kebugaran, Barcelona musim ini terlihat lebih buruk. Sebagian skuad Barcelona pernah mengalami cedera selama 14 laga yang sudah dilalui. Mayoritas cedera yang dialami adalah hamstring. Meski bisa sembuh dalam hitungan dua sampai tiga pekan, tetap saja kondisi ini kurang ideal bagi Barcelona yang jumlah skuadnya tidak melimpah.
Lini pertahanan dan lini depan merupakan penyumbang cedera paling banyak. Di belakang, daftar pemain yang pernah cedera antara lain Carles Puyol, Gerard Pique, Eric Abidal, Maxwell, dan Adriano. Di lini depan Alexis Sanchez, Pedro Rodriguez, hingga Ibrahim Afellay yang hingga saat ini belum bisa kembali merumput.
Lini tengah pun tak luput dari terjangan cedera. Andres Iniesta, Xavi Hernandez, dan Francesc Fabregas secara bergiliran masuk ke ruang perawatan. Kondisi ini mau tidak mau cukup memengaruhi hasil yang diraih Barcelona. Terutama ketika mereka melakoni laga tandang yang baru meraih dua kemenangan dari enam pertandingan.
Sebaliknya, Madrid relatif tidak banyak mengalami gangguan cedera. Kalaupun ada, tidak mengganggu performa tim secara keseluruhan. Pemain utama yang cedera cukup lama praktis hanya Kaka dan Ricardo Carvalho. Namun, keduanya tetap bisa tampil dalam beberapa pertandingan musim ini.
Cristiano Ronaldo pun pernah mengalami cedera. Namun, biasanya tak lebih dari satu pekan CR7 sudah bisa kembali bermain. Dia pun bisa selalu menjadi mesin gol utama Madrid pada musim ini.
Untuk urusan kebugaran pemain, Madrid memang satu langkah lebih baik. Tapi laga El Clasico tak melulu soal kebugaran. Namun kesiapan mental seluruh pemain turut berperan penting.
by duniasoccer.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar